Kisah Seks Tania Gadis Kos Sebelah | Cerita Sex 2017
Home / Cerita Seks Ngentot / Kisah Seks Tania Gadis Kos Sebelah

Kisah Seks Tania Gadis Kos Sebelah

Cerita Seks Tania Gadis Kos Sebelah, Cerita Sex Indonesia Terlengkap – Hallo saudara saudari yg mempunyai hobi akan seks kali ini aku akan bagikan kisah nyataku yg aku alami sendiri, perkenalkan namaku Basuki (nama samaran) aku saat ini bekerja di kantor supplier di daerah Jakarta, aku ngekost di daerah senayan, wilayah kostku terbilang bebas karena karena antara laki – laki dan perempuan bisa gabung.

Memek Tania yg Halus Mempesona

cerita sex anak kos, cerita mesum anak kos, cerita ngentot anak kos terbaru, cerita dewasa memek anak kos, memek anak kos legit,

Cerita Seks Tania Gadis Kos Sebelah

Cerita Sex Terlengkap – Kamarku bersebelah dengn gadis manis yg mungil dengan body yg mempesona kulit putihnya seperti gadis china, dia bernama Tania dia masih sekolah SMU swasta di daerah Jakarta dlm kamar kostku terdapat beberapa lubang angin sebagai ventilasi.

Mulanya lubang itu kututup dengan kertas putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat apa yg terjadi pada kamar di sebelahku itu.

Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini tanyaku dlm hati.

Artikel Terkait Anak Kos lainnya : Nikmat Ejakulai Pertama Kalinya

Gadis manis itu yg belakangan namanya kuketahui yaitu Tania, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya kemudian mengambil segelas air putih dan meminumnya.., akhirnya dia duduk di kursi sambil mengangkat kakinya menghadap pada lubang angin tempat aku mengintip.

Tania sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan sehingga malah aku yg dapat leluasa melihat ke dlm kamarnya.
Pada posisi kakinya yg diangkat di atas kursi, terlihat jelas celana dlmnya yg putih dengan gundukan kecil di tengahnya.., lalu saja tiba-tiba kontolku yg berada dlm celanaku otomatis mulai ereksi.

Mataku mulai melotot melihat keindahan yg tiada duanya, apalagi ketika Tania lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dlmnya.

Sebentar dia bercermin memperhatikan tubuhnya yg ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada payudaranya yg ternyata masih kecil juga.
Diusapnya payudaranya dengan lembut. Dipuntirnya pelan puting susunya sambil memejamkan mata, rupanya dia mulai merasakan nikmat, lalu tangan satunya meluncur ke bawah, ke celana dlmnya digosoknya dengan pelan, tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama.

Aku bergetar lemas melihatnya, sedangkan kontolku sudah sangat tegang sekali. Lalu kulihat Tania mulai melepaskan celana dlmnya dan.., Woww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah vagina yg menggunduk seperti gunung kecil yg tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu mempesona.

Lalu kulihat Tania naik ke tempat tidur, menelungkup dan menggoygkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh.

Tania menggoyg pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun.., rupanya sedang mencari kenikmatan yg ingin sekali dia rasakan, tapi sampai lama Tania bergoyg rupanya kenikmatan itu belum dicapainya,

Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya vaginanya pada ujung kursi sambil digoyg dan ditekan maju mundur. Kasihan Tania.., rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yg ditahan menggambarkan dia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatan surga.
Namun belum juga selesai, Tania kemudian mengambil spidol.., dibasahi dengan ludahnya lalu pelan-pelan spidol itu dimasukan ke lubang vaginanya, begitu spidol itu masuk sekitar satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya makin memburu.

“Ahh.., ahh”, Lalu dicopotnya spidol itu dari vaginanya, sekarang jari tengahnya mulai juga dicolokkan ke dlm vaginanya.., pertama.., jari itu masuk sebatas kukunya kemudian dia dorong lagi jarinya untuk masuk lebih dlm yaitu setengahnya, dia melenguh.

“Oohh.., ohh.., ahh”, tapi heran aku jadinya, jari tengahnya dicabut lagi dari vaginanya, kurang nikmat rupanya.., lalu dia melihat sekeliling mencari sesuatu.., aku yg menyaksikan semua itu betul-betul sudah tidak tahan lagi.

Kontolku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka celana dlmku dan sekarang kontolku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya melihat vagina si Tania yg sedang terangsang itu.

Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Tania rupanya sedang menempelkan vaginanya yg bahenol itu pada ujung meja belajarnya. Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia berbuat seperti itu.., dan tiba-tiba dia melenguh.
“Ahh.., ahh.., ahh”, rupanya dia telah mencapai kenikmatan yg dicari-carinya. Setelah selesai, dia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas yg tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku.

Kulihat vaginanya yg berubah warna menjadi agak kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja.
Terlihat jelas vaginanya yg menggembung kecil ibarat kue apem yg ingin rasanya kutelan, kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai menekan biji kontolku dan kukocok kontolku yg sedang dlmn posisi “ON”.

Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala kontolku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dan, “Akhh”, aku mengeluh pendek ketika air maniku muncrat ke tembok sambil mataku tetap menatap pada vagina Tania yg masih telentang di tempat tidurnya.
Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Tania yg masih berbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, mungkin capai dan lelah.

Esok harinya aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai.

Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku. Setelah makan malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yg tinggal dua botol.

Aku duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan. Aku memang orang yg tidak suka berisik, dlm bicarapun aku senang suara yg pelan, kalau ada wanita di kantorku yg bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka.

Acara TV rupanya tidak ada yg bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Tania.., yg tadi malam telah kusaksikan segalanya yg membuat aku sangat ingin memilikinya Aku naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah

Tania yg cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat nafasnya yg teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang betul-betul tidur pulas.
Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dlm celana pendek itu aku tidak memakai celana dlm lagi, aku sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su.
Setelah kulihat situasinya aman dan tidak ada lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau juga memang sudah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi tentang kunci pintu.

Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dlm, kuhampiri tempat tidurnya, lalu aku duduk di tempat tidurnya memandangi wajahnya yg mungil dan, “Alaamaak”, Tania memakai daster yg tipis, daster yg tembus pandang sehingga celana dlmnya yg sekarang berwarna merah muda sangat jelas terbayg di hadapanku.

“Ohh.., glekk”, aku menelan ludah sendiri dan repotnya, kontolku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yg tebal, dan hidungnya yg mancung agak sedikit menekuk tanda bahwa gadis ini mempunyai nafsu besar dlm seks, itu memang rahasia lelaki bagi yg tahu.

Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan kontolku ke dlm vaginanya, tapi aku tidak mau ceroboh seperti itu. Setelah aku yakin bahwa Tania benar-benar sudah pulas, pelan-pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, lalu aku sampirkan ke samping.

Kini kulihat pahanya yg putih kecil dan padat itu. Sungguh suatu pemandangan yg sangat menakjubkan, apalagi celana dlmnya yg mini membuat gundukan kecil ibarat gunung merapi yg masih ditutupi oleh awan membuat kontolku mengejat-ngejat dan mengangguk-ngangguk.

Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada vaginanya yg masih tertutup itu, aku diam sebentar takut kalau kalau Tania bangun, aku bisa kena malu, tapi rupanya Tania benar-benar tertidur pulas, lalu aku mulai menyibak celana dlmnya dan melihat vaginanya yg mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apem yg ujungnya ditempeli sebuah kacang.

“Huaa”, aku merinding dan gemetar, kumainkan jariku pada pinggiran vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yg betul-betul indah, bulunyapun masih tipis dan lembut.

Kontolku rasanya makin ereksi berat, aku mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Tania, betapa kuingin memilikimu, aku menyaygimu, cintaku langsung hanya untukmu.

Oh, aku terperanjat sebentar ketika Tania bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa sadar, karena aku mendengar nafasnya yg teratur berarti dia sedang tidur pulas.

Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dlmnya perlahan tanpa bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dlm dari tempatnya, kemudian kulepas dari kakinya sehingga kini Tania benar-benar telanjang bulat.

Luar biasa, indah sekali bentuknya, dari kaki sampai wajahnya kutatap tak berkedip. Payudaranya yg masih berupa puting itu sangat indah sekali.
Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada vaginanya yg merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yg khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar vaginanya.

Aku memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena setiap wanita yg sudah pernah kena lidahku atau jilatanku pasti akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku praktekan pada vagina si Tania ini.

Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku pada pinggiran lalu sekali-kali sengaja kusenggol clitorisnya yg indah itu.
Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yg sengaja kuulur panjang, aku usap terus, aku colok terus, kujelajahi gua indahnya sehingga lama-kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan berair.

Oh, nikmatnya air itu, aroma yg khas membuatku terkejet-kejet, kontolku sudah tidak sabar lagi, tapi aku masih takut kalau kalau Tania terbangun bisa runyam nanti, tapi desakan kuat pada kontolku sudah sangat besar sekali.

Nafasku benar-benar tidak karuan, tapi kulihat Tania masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi, sekarang semua kemampuan lidahku kupraktekan saat ini juga, luar biasa memang, vagina yg mungil, vagina yg indah, vagina yg sudah basah.

Rasanya seperti sudah siap menanti tibanya senjataku yg sudah berontak untuk menerobos gua indah misterius yg ditumbuhi rumput tipis milik Tania, namun kutahan sebentar, karena lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kenikmatan yg sangat luar biasa bagi Tania.
Sayg Tania tertidur pulas, andai kata Tania dapat merasakan dlm keadaan sadar pasti sangat luar biasa kenikmatan yg sedang dirasakannya itu, tapi walaupun Tania saat ini sedang tertidur pulas secara psycho seks yg berjalan secara alami dan biologis,..nikmat yg amat sangat itu pasti terbawa dlm mimpinya, itu pasti dan pasti, walaupun yg dirasakannya sekarang ini hanya sekitar 25%.

Buktinya dengan nafasnya yg mulai tersengal dan tidak teratur serta vaginanya yg sudah basah, itu menandakan faktor psycho tsb sudah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yg luar biasa itu masih dapat dirasakan seperempatnya dari keseluruhannya kalau di saat sadar.
Akhirnya Karena kupikir sudah cukup rasanya lidahku bermain di vaginanya, maka pelan-pelan kontolku yg memang sudah minta terus sejak tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung vaginanya.

Lalu pada clitorisnya yg mulai memerah karena nafsu, rasa basah dan hangat pada vaginanya membuat kontolku bergerak sendiri otomatis seperti mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yg ada di vaginanya.

Dan ketika kontolku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka dengan hati-hati namun pasti kontolku kumasukan perlahan-lahan ke dlm vaginanya.., pelan, pelan dan, “sleepp.., slesepp”, kepala kontolku yg gundul sudah tidak kelihatan karena batas di kepala kontolku sudah masuk ke dlm vagina Tania yg hangat nikmat itu. Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya.

Masih!, dia, Tania masih pulas saja, hanya sesaat saja kadang nafasnya agak sedikit tersendat, “Ehhss.., ehh.., ss”, seperti orang ngigau.
Lalu kucabut lagi kontolku sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dlm kira-kira hampir setengahnya, “Akhh.., ahh, betapa nikmatnya, betapa enaknya vaginamu Tania, betapa seretnya lubangmu sayg”.

Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yg betul-betul cantik yg mencerminkan sumber seks yg luar biasa dari wajah mata dan hidungnya yg agak menekuk sedikit,.. ohh Tania, betapa sempurnanya tubuhmu, betapa enaknya vaginamu, betapa nikmatnya lubangmu.
Oh, apapun yg terjadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. Aku sangat menyaygimu. Lalu kembali kutekan agak dlm lagi kontolku supaya bisa masuk lebih jauh lagi ke dlm vaginanya,

“Bleess.., blessess”, “Akhh.., akhh”, sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum pernah selama ini ada wanita yg mempunyai vagina seenak dan segurih milik Tania ini.

Ketika kumasukan kontolku lebih dlm lagi, kulihat Tania agak tersentak sedikit, mungkin dlm mimpinya dia merasakan kaget dan nikmat juga yg luar biasa dan nikmat yg amat sangat ketika senjataku betul-betul masuk, lagi-lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yg aku yakin sekali bahwa Tania pasti merasakannya walaupun dirasa dlm tidurnya.

Akupun demikian, ketika kontolku sudah masuk semua ke dlm vaginanya, kutekan lagi sampai terbenam habis, lalu kuangkat lagi dan kubenamkan lagi sambil kugoygkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah.

Gemetar badanku merasakan nikmat yg sesungguhnya yg diberikan oleh vagina Tania ini, aneh sangat luar biasa, vaginanya sangat menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayg.

Benar-benar vagina yg luar biasa. Oh Tania, tak akan kutinggalkan kamu. Lalu dengan lebih semangat lagi aku mendayung dengan kecepatan yg taktis sambil membuat goygan dan gerakan yg memang sudah kuciptakan sebagai resep untuk memuaskan Tania ini.

Akhirnya senjataku kubenamkan habis ke dasar vaginanya yg lembut, habis kutekan kontolku dlm-dlm. Aakh, sumur Tania memang bukan main, walaupun lubang vaginanya itu kecil tetapi aneh dapat menampung senjata meriam milikku yg kurasa cukup besar dan panjang.

Belum lagi dengan urat-urat yg tumbuh di sekitar batang kontolku ini, vagina yg luar biasa. Lama-kelamaan, ketika kontolku benar-benar kuhunjamkan habis dlm-dlm pada vaginanya, aku mulai merasakan seperti rasa nikmat yg luar biasa, yg akan muncrat dari lubang perkencinganku.
“Ohh.., ohh”, kupercepat gerakanku naik turun, dan akhirnya muncratlah air maniku di dlm vaginanya yg sempit itu.

Aku langsung lemas, dan segera kucabut kontolku itu, takut Tania terbangun. Dan setelah selesai, aku segera merapikan lagi.

Celana dlmnya kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga aku kenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayg dariku, sayg yg betul-betul timbul dari diriku.

Akhirnya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi. Aku masuk lagi ke kamarku, berbaring di tempat tidurku, sambil menerawang, aku menghayati permainan tadi.

Oh, sungguh suatu kenikmatan yg tiada taranya. Dan Akupun tertidur dengan pulas.

Keesokan harinya seperti biasa aku bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba Tania keluar dan tersenyum padaku.

“Mau berangkat Pak?”, tanyanya, aku dengan gugup akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi.

“Kok Tania nggak sekolah?”.”Nanti Pak, Tania giliran masuk siang”, akupun tersenyum dan Taniapun lalu bergegas ke depan rumah, rupanya mau mencari tukang bubur ayam, perutnya lapar barangkali.

Taxi kucegat dan aku langsung berangkat ke kantor. Begitulah sekiranya cerita pendek dari saya, terimakasih team esexesex.net yg telah memberi tempat untuk ceritaku ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*