Cerita Seks Lisna dimasukin Banyak Penis | Cerita Sex 2017
Breaking News
Home / Cerita Seks Pemerkosaan / Cerita Seks Lisna dimasukin Banyak Penis

Cerita Seks Lisna dimasukin Banyak Penis

Tempat berbagi Cerita & Foto Sex, Dewasa, ABG, HOT, Tips Bercinta : Cerita Seks Lisna dimasukin Banyak Penis. Mahasiswi yang usianya masih 21 tahun itu bernama Lisna dia kuliah di Jakarta, tubuh dia sungguh sempurna dan terawat, jika lagi berat badannya 55 kg dengan tinggi 168 cm rambutnya hitam pekat payudaranya bundar besar indah sekali jika dilihat terus menerus, mahasiswi ini termasuk berprestasi di kampusnya. Maka banyak sekali yang tertarik kepadanaya dapat dari info saat ini Lisna belum punya pacar.

Cerita Sex Lisna dimasukin Banyak Penis

kumpulan cerita sex perkosaan, cerita perkosaan sadis, cerita perkosaan nikmat, cerita perkosaan bergambar, cerita perkosaan paksa, cerita perkosaan enak, cerita perkosaan mahasiswi, cerita nyata perkosaan, cerita cerita perkosaan, cerita perkosaan pelajar, cerita perkosaan nyata, cerita perkosaan di hotel, cerita perkosaan wanita, cerita orang perkosaan, cerita perkosaan baru, cerita cinta perkosaan, cerita perkosaan pacar

Cerita Seks Lisna dimasukin Banyak Penis

Pada suatu hari Lisna terpaksa harus pulang sendiri agak malam dari kampusnya, karena ia harusmenyelesaikan tugasnya di laboratorium. Ketika dia sedang menunggu lift dari lantai 8, tiba-tiba Anto temannya datang. cerita kiriman pembaca = www.tempatceritasex.com

“Hai, Lisna.. mau pulang nih..?”

“Iya..”

“Bareng yuk turunnya..!” ajak Anto.

“Boleh..” tanpa rasa curiga Lisna mengiyakan.

Nampaknya malam itu benar-benar sepi di kampusnya, hanya tinggal beberapa orang saja terlihat di tempat parkir di bawah. Ketika pintu lift terbuka, mereka berdua pun masuk. Saat berada di dalam lift, tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tengkuk Lisna dari belakang, membuatnya langsung tidak sadarkan diri.

“Dukk..,” Lisna terbangun ketika kepalanya terantuk meja.

Dengan mata masih berkunang-kunang, dia melihat bahwa dia sedang berada di ruang kuliah di lantai 4 kampusnya. Tidak ada orang di situ. Dan ketika dia melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul 10 malam. Ketika Lisna mencoba bergerak, dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat.

Dia mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan muncullah tiga orang dari pintu itu. Dua pria dan satu wanita. Mereka semua temannya, Anto, Angga dan Shanty.

“Shanty.. tolong gue Shan.., lepasin gue.. apa-apaan sih ini..? Kalian kalo bercanda jangan keterlaluan dong..!” dengan sedikit kesal Lisna bicara dengan Shanty.

“Elo mau apa sih Lis..? Ini bukan bercanda tau..!” teriak Shanty.

“Apa maksud elo..?” Lisna mulai panik.

“Kita mau buat perhitungan sama elo, Lis..! Selama ini elo selalu jadi pusat perhatian, tapi elo terlalu sombong untuk memperhatikan temen elo sendiri. Elo tau nggak kalo temen-temen tuh banyak yang nggak suka sama elo..! Sekarang saatnya elo untuk ngasih sesuatu sama mereka..!” Shanty mendekati dan kemudian menampar pipi kiri Lisna.

“Elo mau apa sih..!” jerit Lisna.

“Gue mau liat elo menderita malam ini, Lis. Karena selama ini elo selalu mendapat segala yang elo inginkan..” kata Shanty.

Selesai Shanty berbicara, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka kembali dan masuklah 15 orang lagi, 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Mereka semua temannya. Tetapi kelihatannya mereka semua senang melihat Lisna terikat tidak berdaya seperti itu.

Tiba-tiba Shanty berteriak, “Teman-teman, inilah saatnya yang kita tunggu-tunggu. Malam ini kita boleh ngerjain si Lisna sepuas kita.”

Semua berteriak kegirangan mendengar perkataan Shanty, kecuali Lisna. Bulu kuduk Lisna merinding mendengar itu, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadap dirinya, ketika Anto mendekati dirinya dan melepaskan ikatannya. Walaupun ikatannya sudah dilepas, namun Lisna tidak dapat berdiri, karena kakinya lemas semua. Dia hanya dapat berlutut.

Shanty mendekati dirinya dan kemudian berteriak di telinga Lisna, “Sekarang elo harus buka baju elo satu persatu sampai telanjang di depan kita semua..! Awas kalo berani melawan..! Gue tusuk perut elo..!” ancam Shanty sambil memegang gunting di tangannya.

Tidak percaya rasanya Lisna mendengar itu, namun dia tidak berani menolak perintah Shanty, apalagi diancam dengan gunting tajam seperti itu. Akhirnya dengan tubuh gemetar, Lisna mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan melepaskannya ke lantai. Selanjutnya dia mulai membuka kancing celana jeansnya dan menariknya ke bawah hingga sekarang Lisna hanya mengenakan BH dan celana dalam yang berwarna hitam.

Rupanya hari itu Lisna memakai BH dan celana dalam yang sangat seksi. Lisna memakai BH tanpa tali yang bagian depannya hanya menutupi setengah dari payudaranya. Dan celana dalam yang dipakai Lisna lebih mirip dengan sebuah tali yang hanya menutupi belahan vaginanya, sedangkan pantatnya sama sekali tidak tertutup.

Semua laki-laki yang berada di ruangan itu benar-benar terpesona melihat pemandangan indah di depan mereka itu. Lisna gadis tercantik di kampus itu hampir telanjang bulat, sehingga penis mereka langsung menegang semua.

Melihat itu Shanty merasa senang dan kembali memerintahkan Lisna untuk membuka BH dan celanadalamnya. Dengan tangan gemetar, Lisna meraih kait BH di belakang punggungnya dan melepaskannya, sehingga BH Lisna dengan sendirinya terjatuh ke lantai.

Ketika BH-ya sudah terlepas, payudara Lisna yang bulat langsung mengacung tegak, mengundang decak kagum semua pria di ruangan itu. Puting payudara Lisna berwarna coklat dengan lingkaran di sekitar putingnya berwarna coklat muda.

Dan saat celana dalamnya juga sudah dilepas, terlihatlah bulu-bulu kemaluan tipis yang tumbuh rapih di sekitar vagina Lisna. Lisna memang selalu mencukur bulu-bulu kemaluannya dan merawat vaginanya sendiri. Baru pertama kali ini Lisna telanjang bulat di depan orang lain dan saat ini dia berdiri dengan tubuh yang gemetar.

Shanty mendekatinya sambil mengacungkan gunting ke arahnya, dan mendorong Lisna hingga jatuh terduduk.

“Sekarang elo harus buat seneng kita semua. Elo sekarang harus masturbasi disini. Cepat, kalo nolak gue potong nanti pentil susu elo..! Sekalian olesin nih badan elo pake minyak ini..!” kata Shanty sambil memberikan baby oil kepada Lisna untuk dioleskan ke seluruh tubuhnya.

Dengan ketakutan Lisna menerima botol tersebut dan menuangkannya ke atas payudara, perut dan juga ke atas vaginanya. Kemudian Lisna mulai meraba-raba tubuhnya sendiri dan meratakan baby oil tersebut ke seluruh tubuhnya sambil tidur telentang di lantai.

Sambil menangis karena takut dan malu, tangan kirinya memijat-mijat payudaranya sendiri dan memilin-milin puting susunya, sedangkan tangan kanannya meraba-raba vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut tipis.

Lama kelamaan Lisna mulai terangsang dan mengeluarkan suara erangan halus yang tidak dapat diatahan. Sementara itu, semua laki-laki di ruangan itu membuka bajunya hingga bugil dan mulai mengocok penis mereka sendiri sampai tegang.

Sedangkan yang perempuan, kecuali Shanty meninggalkan ruangan itu. Shanty malah membawa kamera video untuk merekam kejadian itu dan dia mengancam Lisna kalau dia berani melapor, Shanty akan menyebarkan rekaman itu ke seluruh kampus, dan bahkan ke luar kampusnya.

Tubuh Lisna kini mengkilat karena minyak yang dioleskan ke tubuhnya tadi, membuat Lisna kelihatan sangat seksi, dan ini menjadi pemandangan yang sangat menggairahkan untuk semua laki-laki di ruangan itu.

Saat Lisna semakin terangsang, Angga mendekatinya. Dengan dibantu empat orang lainnya yang memegang dan menarik kedua tangan dan kaki Lisna sehingga tubuh Lisna menyerupai huruf X, Angga berlutut di selangkangan Lisna, dan mulai mengelus-elus vagina Lisna dengan tangannya.

Sesekali jari tangan Angga mencoba menusuk masuk ke dalam vagina Lisna, membuat Lisna merinding karena rasa geli yang timbul.

Kemudian Angga mulai menjilati vagina Lisna dengan lidahnya. Aroma khas dari vagina Lisna membuat Angga semakin bernafsu menjilati vagina Lisna. Sementara itu kedua orang pria yang memegangi tangan Lisna juga ikut menikmati sebagian tubuh Lisna.

Laki-laki yang memegang tangan kanan Lisna menjilati dan mengisap puting susu Lisna yang sebelah kanan, sementara laki-laki yang memegang tangan Lisna yang sebelah kiri melakukan hal yang sama dengan payudara Lisna yang satunya.

Sambil meremas payudara Lisna dengan keras, sesekali mereka juga menggigit dan menarik puting susu Lisna dengan giginya, sehingga Lisna merasa kesakitan. Kedua orang itu juga bergantian menciumi bibir Lisna dengan kasar dan memainkan lidahnya di dalam mulut Lisna.

Setelah puas menjilati vagina Lisna, Angga kembali berlutut di selangkangan Lisna dan mulaimenggosok-gosokkan penisnya di bibir vagina Lisna. Sadar bahwa dirinya akan segera kehilangan keperawanannya, Lisna berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, namun dia tidak dapat melawan tenaga keempat orang yang memeganginya.

Melihat Lisna yang meronta-ronta, Angga semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Lisna yang masih perawan. Walaupun vagina Lisna sudah basah oleh air liur Angga dan cairan vagina Lisna yang keluar, namun Angga masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Lisna yang perawan masih sangat sempit.

Lisna hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini direnggut dengan paksa seperti itu oleh temannya sendiri.

Sementara itu Angga terus memompa vagina Lisna dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara Lisna yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Lisna.

Lisna hanya dapat diam telentang tidak berdaya di lantai, walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan Lisna dan sebagian sperma Angga mengalir keluar dari vaginanya.

Setelah itu Anto maju untuk mengambil giliran. Kali ini Anto mengangkat kedua kaki Lisna ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina Lisna.

Anto tidak mengalami kesulitan lagi saat memasukkan penisnya, karena vagina Lisna kini sudah licin oleh sperma Angga dan juga cairan vagina Lisna, walaupun vagina Lisna masih sangat sempit. Kembali vagina Lisna diperkosa secara brutal oleh Anto, dan Lisna lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.

Namun kali ini Lisna tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat teman-temannya semakin bernafsu saja.

Tiba-tiba Anto mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Lisna. Anto mendempetkan kedua buah payudara Lisna dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Lisna, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah Lisna.

Lisna gelagapan karena sperma Anto mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Anto masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara Lisna.

Kemudian Anto menampar payudara Lisna yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Lisna berwarna kemerahan dan membuat Lisna merasa kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Leo dan Reza maju. Mereka kini menyuruh Lisna untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Leo berlutut di belakang pantat Lisna dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Lisna yang sangat sempit.

Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Lisna mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Reza yang segera mendorong wajah Lisna ke arah penisnya. Kini Lisna dipaksa mengulum dan menjilat penis Reza. Penis Reza yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Lisna.

Sementara itu, Leo masih berusaha membesarkan lubang anus Lisna dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Lisna. Sesekali Leo menampar pantat Lisna dengan keras, sehingga Lisna merasakan pantatnya panas.

Kemudian Leo juga berusaha melicinkan lubang anus Lisna dengan cara menjilatinya. Lisna merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Leo menjilati lubang anusnya. Tidak lama kemudian Lisna kembali menjerit kesakitan. Rupanya pertahanan anusnya sudah jebol oleh penis Leo yang berhasil masuk dengan paksa.

Kini Leo memperkosa anus Lisna perlahan-lahan, karena lubang anus Lisna masih sangat sempit dan kering. Leo merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus Lisna.

Saat Lisna berteriak, kembali Reza mendorong penisnya ke dalam mulut Lisna, sehingga kini Lisna hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Reza. Tubuh Lisna terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.

Kedua payudara Lisna yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya. Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Leo dan Reza mencapai klimaks hampir secara bersamaan.

Leo menyemburkan spermanya di dalam anus Lisna, dan Reza menyemburkan spermanya di dalam mulut Lisna. Lisna terpaksa menelan semua sperma Reza agar dia dapat tetap bernafas. Lisna hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Reza masih berada di dalam mulutnya.

Lisna membiarkan saja penis Reza berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Reza menarik keluar penisnya dari mulut Lisna.

Kemudian Reza memaksa Lisna untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Leo juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Lisna dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Lisna, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak.

Lisna dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya.

Setelah Leo mencabut penisnya dari anus Lisna, temannya yang lain, Irvan, mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Lisna mendekat dan menyuruh Lisna untuk mengangkangi penisnya menghadap dirinya.

Irvan kemudian mengarahkan penisnya ke vagina Lisna, dan kemudian memaksa Lisna untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Irvan langsung masuk ke dalam vagina Lisna. Setelah itu, Lisna dipaksa bergerak naik turun, sementara Irvan meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Lisna.

Sesekali Irvan menyuruh Lisna untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Irvan dapat merasakan vagina Lisna berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Lisna yang sudah basah.

Irvan tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Lisna diperkosa oleh teman-temannya yang lain, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Lisna. Lisna kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.

Selanjutnya, Iwan yang mengambil giliran untuk memperkosa Lisna. Dia menarik Lisna dari pangkuan Irvan, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Lisna disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Iwan.

Kemudian secara kasar Iwan menarik pantat Lisna turun, sehingga vagina Lisna langsung terhunjam oleh penis Iwan yang sudah berdiri keras. Penis Iwan, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya yang memasuki vagina Lisna, masuk semuanya ke dalamvagina Lisna, membuat Lisna kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya.

Lisna merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Iwan. Iwan memaksa Lisna untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Iwan dapat bergerak keluar masuk vagina Lisna dengan leluasa.

Kemudian Iwan menjepit kedua puting susu Lisna dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Lisna berhimpit dengan dada Iwan. Iwan benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Lisna yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya.

Melihat posisi seperti itu, Shanty melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung Lisna beberapa kali. Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Lisna tetap merasakan perih di punggungnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya.

Merasakan bahwa gerakan Lisna terhenti, Iwan marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Lisna dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Lisna menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks.

Ketika Iwan hampir mencapai klimaks, dia memeluk Lisna dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Lisna tidur di bawah dan Iwan di atasnya. Sambil mencium bibir Lisna dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Lisna, Iwan terus menggenjot vagina Lisna.

Tidak lama kemudian gerakan Iwan terhenti. Iwan mencabut penisnya keluar dari vagina Lisna dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Lisna. Kemudian dia menarik tangan kanan Lisna dan memaksa Lisnauntuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.

Setelah itu, seorang temannya yang lain, Eka, kembali maju mengambil giliran memperkosa vagina Lisna. Hampir sepuluh menit Eka memompa vagina Lisna dengan kasar, membuat vagina Lisna semakin terasa licin dan longgar.

Sebelum mencapai puncaknya, Eka mencabut penisnya dari vagina Lisna dan memaksa Lisna untuk menadahkan kedua telapak tangannya untuk menampung spermanya. Setelahitu, Eka memaksa Lisna untuk mengusap sperma yang ada di telapak tangannya ke wajahnya dan meratakannya seperti orang mencuci muka.

Semua temannya tertawa senang melihat itu, sementara Lisna menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Lisna sudah rata oleh sperma milik Eka.

Kemudian lima orang lainnya secara bergantian memperkosa Lisna di vagina, anus maupun mulut Lisna. Mereka juga meremas-remas payudara Lisna dan mencubit serta menggigit puting susu Lisna keras-keras.

Kini wajah, payudara, perut, punggung, vagina dan pantat Lisna sudah penuh oleh sperma. Bahkan kedua buah payudara Lisna kini berwarna kemerahan karena digigit dan diremas secara kasar oleh teman-temannya. Di punggung Lisna juga tercetak jalur-jalur merah akibat dicambuk Shanty tadi.

Walaupun telah diperkosa berkali-kali, namun rupanya Lisna tidak mencapai orgasme sama sekali, karena dia berusaha menahannya. Melihat itu Shanty merasa kesal dan memaksa Lisna untuk mencapai orgasme dengan cara bermasturbasi sendiri.

“Gila elo.., lagi diperkosa aja masih sombong nggak mau orgasme. Sekarang elo harus orgasme.., cepat masturbasi lagi sambil nyukur bulu elo tuh sampai bersih..!” perintah Shanty.

Shanty memberikan pisau cukur kepada Lisna dan menyuruhnya untuk mencukur bulu kemaluannya sendiri sambil bermasturbasi. Lisna tidak berani berbuat apa-apa kecuali menurut. Sambil menutup matanya, tangan kiri Lisna mulai meremas-remas payudaranya sendiri sambil meratakan sperma yang ada di payudara dan perutnya.

Sementara tangan kanannya mulai mencukur bulu kemaluannya pelan-pelan sampai habis. Lisna tidak memerlukan shaving cream lagi, karena vaginanya sudah licin oleh sperma dan juga cairan vaginanya.

Setelah selesai mencukur bulu kemaluannya sampai habis, Lisna mulai memasukkan gagang pisau cukur itu ke dalam vaginanya dan menggerak-gerakkannya keluar masuk perlahan-lahan. Vagina Lisna terasa panas dan perih saat Lisna menyentuhnya.

Rupanya dengan bermasturbasi sendiri, Lisna lebih terangsang, dan akhirnya lima menit kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang, kakinya menekuk dan dadanya membusung memperlihatkan kedua payudaranya mengacung tegak dengan puting susu yang mencuat keluar, menandakan bahwa Lisna sudah sangat terangsang.

Lisna mengeluarkan erangan yang tertahan sambil tangan kanannya terus menggosok vaginannya, dan tangan kirinya menjepit puting susunya sendiri. Akhirnya Lisna mengalami orgasme yang luar biasa.

Tubuh Lisna kaku merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya, dan cairan vagina Lisna mengalir keluar dengan derasnya. Lisna tidak dapat menutupi kenikmatan yang dirasakannya saat itu, sehingga dia pun mengeluarkan suara mendesah yang keras.

Bahkan dia lupa bahwa dia kini sedang diperhatikan oleh banyak orang dan untuk saat itu dia juga lupa akan kesakitan yang diderita tubuhnya.

Belum pernah sebelumnya Lisna mengalami orgasme sehebat itu, walaupun dia sering bermasturbasi di rumahnya. Ini karena sebelumnya dia belum pernah berhubungan badan, dan saat ini dia baru diperkosa beramai-ramai.

Dan selama diperkosa itu, walaupun sebenarnya Lisna merasa terangsang, Lisna menahan orgasmenya sekuat tenaga dan akhirnya semua ditumpahkan saat dia bermasturbasi.

Setelah mengalami orgasme, Lisna hanya terdiam kecapaian. Kesadarannya perlahan mulai kembali lagi dan rasa sakit kembali terasa di seluruh tubuhnya. Kedua kakinya tertekuk dan mengangkang lebar memperlihatkan vaginanya yang sudah licin mengkilat tanpa ada bulu kemaluannya sehelai pun sehabis dicukur.

Di sekitar vagina Lisna terlihat bercak-bercak merah darah perawan Lisna dan juga sperma. Tangan kanannya menjulur ke samping dan tangan kirinya terlipat menutupi sebagian payudaranya. Tubuhnya licin dan mengkilat karena keringat yang membanjiri dan juga karena sperma yang diratakan ke seluruh tubuhnya.

Lisna masih menangis pelan karena sakit dan juga karena rasa malu yang menyerang dirinya. Namun Lisna juga tidak dapat menutupi kenikmatan luar biasa yang baru saja dirasakannya. Lisna tidak mampu bergerak lagi.

Namun melihat itu, nafsu teman-temannya kembali muncul dan mereka kembali maju bersamaan untuk memperkosa Lisna lagi. Kali ini Lisna tidak mampu berontak sama sekali, karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi.

Dia hanya terdiam dan tubuhnya mengikuti saja gerakan pemerkosanya. Lisna seperti boneka yang sedang dipermainkan beramai-ramai. Kedua belas temannya kembali memperkosa vagina dan anus Lisna yang sudah terasa lebih longgar setelah dimasuki banyak penis berkali-kali.

Mereka juga memaksa Lisna untuk mengulum dan menjilati penis mereka, dan menelan semua sperma yang disemburkan ke dalam mulutnya. Bahkan Lisna diperkosa oleh tiga orang sekaligus yang memasukkan penisnya ke mulut, vagina dan anus Lisna secara bersamaan, sementara dua orang lainnya mempermainkan payudara Lisna.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh teman-teman Lisna terhadap tubuh Lisna. Kali ini Lisna tidak kuat lagi menahan orgasmenya, dan dia mengalami orgasme beberapa kali, namun tidak sehebat yang pertama.

Setelah kedua belas orang temannya selesai memperkosa dirinya untuk kedua kalinya, Lisna akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya.

Lisna telah diperkosa secara habis-habisan selama tiga jam lebih oleh dua belas orang temannya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Shanty.

Ketika Lisna terbangun, dia menyadari bahwa dirinya terikat ke tiang listrik dalam keadaan berdiri di tempat parkir kampusnya yang terbuka. Saat itu keadaan masih gelap dan masih belum ada satupun orang maupun mobil yang datang.

Kedua tangan Lisna terikat ke belakang dan kedua kakinya juga terikat ke tiang listrik. Tubuhnya masih telanjang bulat tanpa selembar benang pun dan dia tidak dapat bergerak sama sekali. Ketika Lisna mencoba berteriak, dia baru sadar bahwa mulutnya ditutupi oleh lakban, sehingga dia tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali. Vagina dan kedua puting susu Lisna juga ditempeli oleh lakban.

Di dadanya tergantung kertas yang bertuliskan Silakan Nikmati Tubuh Saya. GRATIS. Ttd: LISNA.

Lisna membayangkan bagaimana malunya dirinya kalau nanti orang-orang datang dan melihat keadaan dirinya yang telanjang bulat dan belepotan darah serta sperma kering. Dia bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana kalau nanti orang yang datang membaca dan menuruti tulisan di kertas itu, kemudian memperkosa dirinya.

Tidak lama kemudian, dia melihat tujuh orang datang. Rupanya mereka satpam dan tukang parkir kampusnya. Lisna berusaha minta tolong dan mereka akhirnya datang menghampirinya. Lisna sedikit merasa lega, karena dia berpikir pasti mereka akan menolongnya.

Namun ketakutan Lisna menjadi kenyataan, karena bukannya bantuan yang diberikan, ketujuh orang itu malah ingin menikmati tubuh Lisna di tempat parkir itu. Sebelumnya seorang satpam menarik lepas dengan paksa lakban di vagina, puting susu dan mulut Lisna, membuat Lisna kembali merasakan kesakitan. Kini vagina dan puting susu Lisna kembali terbuka dan dapat dilihat oleh orang.

“Wah, inikan si Lisna, cewek paling cantik di kampus. Ngapain dia telanjang-telanjang begini di tempat parkir..?” kata salah satu dari mereka.

Dan orang lainnya menyahut, “Gile.., bodinya seksi banget. Gimana kalo kita cicipin aja bodinya sekalian. Liat tuh.., memeknya bersih nggak ada bulunya.”

“Iya nih, kita perkosa aja yuk sekalian.. lagian dia yang minta diperkosa, liat aja tulisan di kertas itu.”

“Ayo cepet kita perkosa aja.. Gue belum pernah ngerasain punyanya cewek kuliahan nih..!”

Lisna hanya dapat menangis dan memohon, “Tolong Pak, lepaskan saya.. jangan perkosa saya lagi, sudah cukup penderitaan saya..”

Namun mereka tidak peduli dengan rintihan Lisna dan tetap melancarkan aksinya.

Mereka tertawa bahagia dan mulai membuka baju dan celananya masing-masing. Melihat itu Lisna hanya dapat pasrah dan berharap mereka tidak menyakiti dirinya lagi. Tidak mungkin baginya untuk berteriak minta tolong, karena tidak ada orang sama sekali di sekitar situ.

Kemudian mereka mengambil selang air dan menyemprot tubuh Lisna dengan air dingin sambil menggosok-gosoknya untuk membersihkan tubuh dan wajah Lisna dari darah dan sperma kering yang menempel di tubuhnya.

Disemprot air dingin seperti itu, Lisna terkejut dan menggigil kedinginan. Namun itu tidak lama, karena kemudian dua orang laki-laki segera melepaskan ikatan Lisna, mengangkat tubuh Lisna dan mendekapnya dari depan dan belakang.

Lisna kini terjepit di antara tubuh dua orang laki-laki. Mereka mulai memasukkan penis mereka ke dalam vagina dan anus Lisna secara bersamaan. Lisna diperkosa di vagina dan anusnya dalam posisi berdiri.

Sementara itu orang yang berada di depan Lisna menciumi bibir Lisna dengan paksa, dan orang yang berada di belakang Lisna meremas-remas kedua payudara Lisna dari belakang. Beberapa menit kemudian kedua orang itu mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Lisna.

Orang yang memperkosa vagina Lisna menyemburkan spermanya berkali-kali di dalam vagina Lisna, sehingga Lisna dapat merasakan bahwa kini vaginanya dibanjiri oleh sperma orang itu yang sangat banyak dan tidak dapat tertampung lagi di dalam vaginanya.

Setelah itu, Lisna dipaksa berlutut dan harus berkeliling menjilati semua penis laki-laki yang berdiri mengelilinginya secara bergantian. Lisna juga terpaksa menelan sperma semua laki-laki itu satu-persatu.

Setelah menjilati semua penis laki-laki yang ada di situ, Lisna kemudian diperkosa lagi di vagina dan juga anusnya. Salah seorang diantaranya memiliki penis yang sangat besar dan panjang, sehingga ketika dia memperkosa anus Lisna, penisnya hanya dapat masuk setengahnya.

Namun orang itu terus mendorong penisnya masuk ke dalam lubang anus Lisna dengan paksa, membuat Lisna meronta-ronta kesakitan.

Selain menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Lisna, mereka juga menyemburkan spermanya di tubuh Lisna dan memaksa Lisna untuk meratakannya dengan tangannya sendiri. Lisna tidak pernah membayangkan bahkan dalam mimpi terburuknya, bahwa dirinya benar-benar dinikmati oleh banyak orang dalam semalam.

Dan kali ini Lisna tidak dapat lagi menahan orgasmenya. Dia mencapai orgasme sampai berkali-kali, mungkin karena satpam-satpam ini lebih berpengalaman dibandingkan teman-temannya yang memperkosanya sebelumnya.

Setelah ketujuh orang itu kebagian mencicipi vagina, anus dan juga mulut Lisna, Lisna kembali diikat di tiang listrik dalam posisi semula, dan kembali ditinggalkan seorang diri dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh Lisna kembali belepotan oleh sperma dan kulit tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri.

Sperma dan cairan vagina Lisna yang tercampur menjadi satu menetes keluar perlahan-lahan dari vagina dan lubang anus Lisna. Dari mulut Lisna juga mengalir keluar sperma yang tidak dapat ditelan lagi oleh Lisna.

Lisna hanya dapat menggigil kedinginan. Namun penderitaannya belum berakhir sampai di situ. Lisnakembali diperkosa secara bergantian oleh orang-orang yang lewat, satpam, tukang parkir, temannya, dan bahkan dua orang dosennya ikut memperkosanya.

Vagina, anus dan mulutnya dimasuki oleh penis-penis lain, dan dia dipaksa menelan sperma mereka semua. Sebagian meratakan spermanya di seluruh tubuh Lisna. Ada yang iseng mencoret-coret tubuh Lisna dengan spidol permanen dengan gambar-gambar dan kata-kata jorok.

Bahkan orang terakhir yang memperkosa Lisna memasukkan ranting pohon sepanjang 25 cm ke dalam vagina dan anus Lisna sampai berdarah-darah dan meninggalkannya di situ.

Lisna tergeletak di tanah dengan tubuh dan wajah yang kembali berlumuran oleh darah serta sperma, dan ranting pohon yang menancap di anus dan vaginanya. Payudara dan vagina Lisna terlihat memar dan berwarna kemerahan.

Bulatan pantatnya juga terlihat memar dan kemerahan. Lisna sudah tidak dapat merasakan lagi vagina dan lubang anusnya. Akhirnya Lisna kembali pingsan karena kesakitan dan kecapaian.

Total Lisna telah diperkosa oleh lebih dari 30 orang dalam semalam, sampai akhirnya dia ditolong pada jam 05:30 pagi oleh seorang dosen wanita yang melihat keadaan Lisna yang menyedihkan. Saat ditanya siapa yang memperkosa dirinya

Lisna tidak berani menjawab, karena teringat ancaman Shanty yang akan menyebarluaskan rekaman video Lisna yang telanjang bulat sedang bermasturbasi dan diperkosa oleh banyak orang. Lisna lebih memilih bungkam. Dan setelah kejadian itu, Lisna tidak dapat bergerak sama sekali sampai berhari-hari, dan dia merasa bahwa penderitaannya masih akan terulang lagi di kemudian hari.

cerita dewasa, kumpulan cerita sex, blowjob, handjob, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi, cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep

One comment

  1. butuh temen,,huft
    buat cewe ajha dijakarta,,081218453536 tks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*