Cerita Seks Jeritan Nikmat | Cerita Sex 2017
Home / Cerita Kiriman Pembaca / Cerita Seks Jeritan Nikmat

Cerita Seks Jeritan Nikmat

Tempat berbagi Cerita & Foto Sex, Dewasa, ABG, HOT, Tips Bercinta : Cerita Seks Jeritan Nikmat. Peristiwa ini terjadi tahun 2013 dimana waktu itu ulang tahun pacarku yang ke 19 tahun, pacarku ini orang indo blestern mamanya dari belanda bapaknya manado, wajar saja jika wajahnya cantik tubuhnya tinggi 171 cm kulitnya putih, payudaranya besar dan seksi tentunya.

Cerita Seks Jeritan Nikmat

cerita sex terbaru, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita, kumpulan cerita mesum bergambar, galeri cerita mesum, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Cerita Sex Jeritan Nikmat

Dia sering membuat aku terangsang selalu memakai pakaian ketat dan minim jika berduaan denganku, sedikit tentang diriku aku berumur 24 tahun dengan tubuh atletis tinggiku 175 cm kulitku sawo matang asal dari jawa sungguh beruntung aku mendapat pacar secantik citra, sudah 3 bulan aku berpacaran sama dia tapi belum sama sekalai menyentuh tubuhnya.

Aku hanya menberikan ciuman dan pelukan, aneh bukan..? Tetapi itu semua karena gaya pacaranku memang demikian. Aku tidak ingin merusak pacarku sendiri.
Citra kekasihku adalah wanita yang sempurna. Dia selalu memakai baju-baju ketat dan terbuka. Tentu saja keseksian tubuhnya akan terlihat jelas dan membuat semua pria ingin melahap tubuhnya, apalagi aku sebagai pacarnya.

Orang-orang pasti berpikir bahwa aku pernah menyetubuhinya. Itu semua tidak benar, karena aku selalu mengendalikan diriku dan selalu menolaknya jika dia mulai menggodaku dan bermesra-mesraan denganku.

Penolakan itu ternyata berakibat fatal, karena Citra mulai gencar melakukan gaya-gaya yang membuatku bergairah. Aku mulai merasa dia menjadikanku sasaran kepenasarannya.

Mungkin karena sikap dinginku kepadanya. Aku bisa melihat dengan jelas kedua mata indahnya itu seakan memelas agar aku mau menyentuhnya dan membawanya ke surga kenikmatan. Tetapi tetap saja aku tepis.

Hingga akhirnya, ketika Citra akan berulang tahun dan merayakannya hanya denganku. Dia menyuruhku datang ke villa keluarganya, tentu saja tidak ada siapa-siapa kecuali pembantunya. Lalu pada malam harinya, aku datang dengan membawa seikat bunga untuk Citra.

Pembantunya mempersilahkan aku duduk di ruang tengah, sementara itu dia memanggil Citra majikannya. Tiba-tiba dalam kesendirianku, aku dikejutkan dengan ciuman yang mendarat di pipi kananku dari belakang.

“Eh.., udah datang..!” ucap Citra sambil duduk di sebelahku.

“Iya.., met ultah sayanku..” jawabku sambil memberikan bunga yang kubawa untuknya.

Kedua mataku sibuk memperhatikan Citra, karena penampilanya sungguh luar biasa. Dia cantik sekali dengan pakaian sackdress-nya. Aku tidak mempedulikan ocehan Citra, karena konsentrasiku kini pada tubuhnya yang sexy.

Aku tahu kalau Citra tidak memakai BH karena putingnya tercetak jelas. Hampir saja aku menggigit lidahku karena disuguhkan pemandangan seperti itu.

Citra yang terdiam rupanya memperhatikanku dan tersenyum genit.

Dia mendekatiku dan membisikkan kata-kata, “Aku akan memberikannya padamu sayangku..”

Ucapannya itu membuat aku berdebar-debar. Kemudian Citra berjongkok di antara kedua kakiku. Aku bisa melihat pahanya yang mulus dan CD-nya yang berwarna cream tersembul disana. Aku terhipnotis, dan tanpa kusadari batang kemaluanku mulai hidup.

Citra membuatku gila karena dia mulai mengusap-usap batang kejantananku dari balik celanaku. Tetapi usapannya itu telah mampu membangkitkan batang kejantananku yang semakin tegang.

Citra mulai membuka resleting celanaku, dan nampaklah kepala batang kejantananku yang sudah keluar dari CD-ku. Citra terus menarik celanaku dan CD-nya, hingga aku telanjang. Aku merasakan tanganya yang halus mulai mengusap-usap batang kejantananku.

“Uh..” aku merasakan getaran kenikmatan telah muncul.

Kemudian Citra mengulumnya, menjilatinya dari ujung hingga pangkal batang kemaluanku. Aku mulai tidak tahan, nafasku memburu saat kocokan-kocokan mulutnya mulai beraksi. Kedua tanganku menyentuh payudaranya dan aku mulai meremasnya.
“Akhh..” aku mendesah tidak karuan.

Citra memang pintar, dia menghisap kontolku dengan kuat.

“Slurrpp.. slurrpp.. ” yang membuatku semakin gila.

Kuelus-elus tengkuknya dengan tangan kiriku, sedangakan tanganku yang kanan masih meremas-remas payudaranya. Aku menikmati perlakuannya hingga aku merasa akan mengeluarkan sesuatu.

“Sayang.. aku mau keluar..” ucapku padanya.

Citra seakan mengerti, dia menghisap batang kejantananku dengan cepat dan, “Akh.., Crot.., crott.., crott..” terlontarlah spermaku di dalam mulutnya.

Tanpa merasa jijik, dia menelannya. Kemudian dia mulai membersihkan kejantananku dengan jilatan-jilatannya.

Setelah bersih, Citra bangkit dan mendorongku ke sofa untuk bersandar. Kemudian dia mulai menciumku, aku pun membalasnya. Kupagut bibirnya yang sensual itu sambil kuelus punggungnya. Aku memainkan lidahku di dalam mulutnya.

Kusandarkan tubuhnya di sofa, dan aku segera turun dan berjongkok tepat di antara kedua pahanya yang sudah dibuka Citra lebar-lebar. Kuciumi Citra terus menerus, kemudian lehernya kujilati dengan lembut.

“Ahh.. ahh..” desahan-desahan mulai keluar dari bibirnya.

Aku menarik resleting bajunya dan kuturunkan, hingga nampaklah payudara 38B-nya yang luar biasa itu. Aku tidak tinggal diam, aku mulai menjilatinya.

“Slurrpp.. slurrpp.. ssh..”
Aku kecup payudaranya yang besar itu, “Cup.. cup..”

Citra mengeluarkan lenguhan-lenguhan kenikmatan, “Oh.., oh.. sayang..”

Aku teruskan dengan menghisap payudaranya kuat-kuat.

Citra mendesis, “Ohh..,” sambil menjambak rambutku.

Kemudian kupilin-pilin putingnya yang sudah keras itu.

“Ohh.., akhh.., sshh..” nampaknya Citra menikmatinya.

Aku mulai turun ke CD-nya, kuturunkan berikut dengan bajuku juga. Hingga nampaklah vaginanya yang sudah basah. Aku langsung menjilatinya.

“Slurrpp.., slurrpp.., oh.. oh..” desahan Citra membuat aku semakin tegang.

Kuteruskan jilatanku, kumainkan lidahku di dalam liang kewanitaannya.

“Akhh..,” jeritannya yang bersamaan dengan pahanya yang menjepit kepalaku dengan kuat.
Tubuhnya bergerak kesana kemari. Aku tidak memperdulikannya dan terus menjilatinya. Kuhisap dan kusedot liang kenikmatannya yang sudah basah itu dengan kuat-kuat. Kemudian klitorisnya kuemut dengan kuat.

“Okhh.., ohh..,” lenguhnya panjang, “Sayang.., masukkan.., masukkan..!” pinta Citra memohon.

Aku tidak menyia-nyiakannya, kuludahi batang kejantananku dengan air liurku dan kuarahkanpada liang senggamanya yang sudah banjir oleh cairan kewanitaanya.

“Ohh.., aoohh..” Citra mendesah tidak karuan saat kepala kejantananku kugesek-gesekkan di bibir vaginanya.
Kemudian kudorong batang keperkasaanku untuk masuk lebih dalam, tapi Citra berteriak, “Sayang.., sakitt..” wajahnya meringis kesakitan.

Aku menenangkannya dan mulai memasukkanya lagi tanpa mempedulikan jeritan-jeritan dari bibir Citra.
“Bless.., ss.. ohh..” aku diam tidak bergerak saat batang kemaluanku sudah terbenam dalam liang senggamanya.

Setelah Citra sedikit tenang, aku mulai menarik sedikit batang kejantananku.

“Akh.., akh..” Citra terus merintih.

Aku sendiri sedang merasakan nikmatnya jepitan bibir vaginanya yang membuat batang keperkasaanku berdenyut-denyut tidak karuan. Kumulai memaju-mundurkan batangku di dalam liang senggamanya. Masuk, keluar, masuk, keluar.

“Ohh.., enak.. okhh..” itulah kata-kata yang kutangkap dari suara-suara yang Citra keluarkan.
Kami mulai terbiasa melakukannya, pinggul Citra terus bergoyang kesana kemari dengan teratur. Gerak maju mundur batang kejantananku mulai kupercepat.

“Akh.., oh.., sayang.. Aku mau keluar..!” teriak Citra.

Kecepatanku kunaikkan 2 kali lipat, karena aku sendiri pun mengalami hal yang sama dengannya.
Dan akhirnya, “Crot.., crott.., crott..”

Kami berteriak keras sambil berpelukan, “Aakhh..”

Kami mencapai orgasme bersamaan.
Dengan sisa-sisa tenagaku yang terakhir, kubopong tubuh Citra dan kubawa masuk ke kamarnya. Kubaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan aku mulai menciumi bibirnya dengan penuh nafsu. Kedua tanganku meremas-remas payudaranya dengan kuat.

Kumainkan lidahku di putingnya. Citramendesah kenikmatan, nafasnya mulai tidak beraturan. Aku meneruskan jilatanku di payudaranya, kuputar ke kiri serta ke kanan, kuhisap kecil.

“Okh..,” rintihanya membuatku semakin menggebu-gebu.

Kutarik putingnya dengan bibirku.

“Okh..,” Citra terus mendesah, kedua tanganya mengelus-elus punggungku.

Aku semakin bernafsu, kubuka mulutku lebar-lebar dan kuhisap payudara kanannya.

“Slurrpp.., slurpp..” terdengar suara kenikmatan dari hisapanku, sedangkan tanganku yangsatunya meremas-remas payudara kirinya dengan kasar.
Aku melihat kedua mata Citra yang terpejam. Tetapi bibirnya tidak berhenti merinti-rintih kesakitan dan kenikmatan. Sementara itu batang kejantananku sendiri sudah menegang keras. Kuhentikan hisapanku, lalu kutarik kedua kakinya ketepian tempat tidur hingga menyentuh lantai.

Maka nampaklah vaginanya yang basah. Aku mengambil posisi berjongkok dan mulai menciumiselangkanganya dengan teratur.

“Okh.., sayang.., akhh..” itulah kata-kata yang kudengar dari bibir Citra saat lidahku menyentuh bibir kemaluannya.

Kujilati dan terus kuhisap-hisap cairan kewanitaanya, kemudian kugigit klitorisnya. Citra menjerit keras, badannya mengelinjang ke kanan.
“Ohh.., ohh.., sayang.. enakk..” desahnya.

Aku terus menambah kecepatan hisapanku dan terus mengocok liang senggamanya, menjilatinya dan menghisapnya dalam-dalam.

“Ohh.., sshh.., sshh.. Aku keluarr..!” teriak Citra keras.

Aku bersiap-siap untuk menelan cairan yang tersembur dari lubang kenikmatannya. Kemudian kubersihkan cairan-cairan yang masih tertinggal di bibir liang surganya.

Aku bangkit dan naik ke tempat tidur, sekarang posisi kami adalah 69. Citra memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya dan mengocok-ngocoknya. Aku merasakan jilatan-jilatannya yang mampu membuatku merem melek. Dia terus menyedot-nyedot kepala kemaluanku dengan kuat.
“Akhh..,” desisku.

Aku seakan melayang-layang, entah dimana. Sungguh luar biasa apa yang kurasakan itu. Aku membalas perlakuan Citra dengan menjilati dan menggigit klitorisnya. Sontak tubuh Citra bergerak-gerak. Aku yang mulai merasakan batang kemaluanku akan mengeluarkan sesuatu, langsung menariknya dari mulut Citra. Kubuka lebar-lebar liang vaginanya.

Kuhujamkan batang keperkasaanku pelan-pelan dan, “Bless.., ohh..” desisku.

“Crot.., crot..” spermaku menyemprot ke dasar liang senggamanya.

Tubuhku lemas, tetapi itu hanya sekitar 5 menit.
Aku bangkit dan mencabut batang kemaluanku dari liang senggamanya.

“Ahh..,” desah Citra yang lemas tidak berdaya.

Kubuka pahanya lebar-lebar dan mulai menjilatinya lagi. Lidahku menari-nari di dalam liang kenikmatannya. Perlakuanku itu menbuat Citra menggelinjang tidak karuan, nafasnya kembali naik. Kuhisap klitorisnya yang masih membesar itu, “Slurp.. slurpp..”

Tanganku sendiri sibuk meremas-remas payudaranya. Citra menjerit kesakitan, “Okh.. akhh.. hhshshss..”
Kedua pahanya menjepit kepalaku dengan keras. Aku tetap meneruskan jilatan dan hisapan padakemaluannya.

“Okh.. okh.. sshh..” Citra terus mendesah, “Aku mau keluar..!” ucapnya.

Aku terus menyedotnya semakin cepat dan liar, “Slurpp.., slurpp.. okhh..”

“Cer.. cer..” cairan kemaluannya membanjiri vagina dan wajahku.

Citra tergeletak lemas, dia tidak peduli lagi saat aku membersihkan liang senggamanya dengan menyedot cairan kewanitaanya yang masih tertinggal di bibir vaginanya itu.

Tetapi saat aku menyedot klitorisnya, dia memohon agar aku menghentikanya, karena dia sudah tidak kuat lagi, tapi aku tidak memberikan kesempatan kepadanya. Kukocok-kocok lidahku di dalam vaginanya. Citraberteriak dan meronta-ronta. Kedua kakinya berusaha menendangku dengan sisa tenaganya yang terakhir. Tetapi dengan sigap kupegang kedua pahanya dan terus menghisap vaginanya.

“Okhh.., aahh.., akhh..,” desahan dan teriakkannya membuatku terangsang.

Kulihat Citra mulai menitikkan air matanya, pastilah dia merasa ngilu pikirku, tetapi aku tidakmempedulikannya karena nafsuku sudah di ubun-ubun, batang kemaluanku sendiri sudah berair.

Aku terus menjilati liang kewanitaan Citra dengan cepat.

Tiba-tiba Citra berteriak, “Sayang.. masukkan.. ohh.. masukkan..!” pintanya.

Aku pun tanpa basa-basi, membimbing batang kejantananku yang sudah tegang 1000 volt ke dalamliang senggamanya. Citra sendiri sibuk memegangi kedua pahanya agar memudahkanku menancapkan senjataku. Kugesek-gesekkan kejantananku di liang kewanitaannya, “Sssttrr.. ssrree..”

“Oohh.., ohh.. ohh..” desahan Citra semakin menjadi-jadi.

Kuarahkan batang keperkasaanku ke dalam liang vaginanya, “Bless.. ss..”

Citra mulai menjerit kenikmatan, “Aduh..! aduhh..! oh..!”

Aku sendiri merasakan kenikmatan cengkraman bibir kemaluanya yang kuat itu.
Aku mulai memaju-mundurkan batang kejantananku yang diiringi desahan Citra, “Ohh.. ohh.. enakhh.. enakh..”

Citra menggoyangkan pinggulnya seirama denganku, gerakan kami pun semakin cepat.
“Akhh.. sayang.., Aku mau keluar..” ucap Citra.

Aku terus menggenjotnya, karena aku pun merasakan batang kejantananku akan mengeluarkan spermaku.

Saat kecepatan kami bertambah, akhirnya aku melenguh keras, “Akhh.. Crot.. crott.. crot..” batang kejantananku memuntahkan spermaku di dalam liang senggama Citra.

Bersamaan dengan itu, Citra juga menjerit, “Aaskhh.., ohh.., cer.. cer..”

Tubuhnya mengejang sambil memelukku kuat-kuat. Aku merasakan cairan kewanitaannya membasahi batang kemaluanku.
Citra melepaskan pelukannya, tubuhnya menjadi lemas tidak berdaya, begitu juga denganku. Kucabut batang keperkasaanku dari liang senggamanya. Kemudian kubuka pahanya, kujilatisisa-sisa ciran kewanitaanya, lalu kubaringkan tubuhku di sampingnya.

Kucium keningnya sambil kupeluk dan kubisikkan kata-kata bahwa aku sangat mencintainya. Citra hanya tersenyum sambil memejamkan matanya. Malam itu, kami melakukanya 3 kali dan kami mengulanginya dimana pun kami berada.

Pengalaman di atas sungguh membuat aku berubah menjadi pria yang tidak dingin lagi, malah aku sangat menyukai seks. Bagi yang ingin berkenalan atau komentar, silakan kirim email kalian

cerita dewasa, kumpulan cerita sex, blowjob, handjob, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi, cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep

3 comments

  1. hmmmm
    7c353119

  2. Culik dong aku tolong ajarin dong aku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*